logo

Berita

Mengedepankan Adab

Mengedepankan Adab

SALUT Majalengka

Senin, 06 Oktober 2025

Informasi

Sahabat SALUT Majalengka yang berbahagia, ini adalah tulisan yang lahir dari hasil obrolan sore dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka. H. Gatot Sulaeman,AP,M.Si. Ia juga pernah menjabat sebagai PLT Kepala BKSDM, Kepala Diskominfo. dan Kadisporabudpar. Pengalamannya sebagai pimpinan birokrat sudah mumpuni. Namun Ketua Tarung Derajat Kab. Majalengka ini tidak memanfaatkan dirinya sendiri untuk maju sebagai calon Sekda Majalengka.

Itulah pertanyaan yang diungkap ketika berbincang hangat dengannya. Sempat berpikir beberapa menit akhirnya pengurus Kwarcab Pramuka Majalengka ini menjawab apa adanya. Menurutnya, meski dirinya berpotensi menjadi Sekda saat itu dan memiliki hak untuk mencalonkan diri lewat lelang jabatan (open biding) Gatot Sulaeman memilih untuk tidak menggunakan peluangnya. Alasannya di luar perkiraan. 

Pertama, Gatot Sulaeman adalah mantan praja IPDN di mana banyak birokrat di Majalengka yang merupakan lulusan IPDN termasuk seniornya Aeron Randi yang kini menjadi Sekda Majalengka. "Saya harus mengedepankan adab dan etika. Lagipula Saya secara usia masih panjang untuk berdinas...."Ujarnya seraya memberikan sebotol minuman herbal kepada penulis. 

Menurut Gatot Sulaeman, sebenarnya peraturan negara pun memperbolehkan birokrat yang lebih junior untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dari seniornya bergantung pada tingkat kualifikasi, kompetensi, dan kebutuhan formasi. Kepala daerah juga berwenang untuk menentukan figur birokrat yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan tertentu. 

Namun, menurutnya idealnya senioritas pun harus menjadi acuan utama. Paling tidak yang menduduki dinas-dinas strategis adalah mereka yang memang lebih senior dan berpengalaman. Oleh karena itu, Gatot Sulaeman memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam open biding beberapa waktu lalu. Ia sangat menghargai kolega sesama birokrat dan tidak mau terjadi gesekan moril atau psikologis. Apalagi dengan seniornya. Gatot mengaku sangat menghargai seniornya ketika menjadi praja IPDN  termasuk Aeron Randi. 

Sikap Gatot Sulaeman tersebut membuatnya menjadi figur pejabat/kepala dinas yang tidak pernah terdengar memiliki benturan kepentingan dengan rekan-rekannya di jajaran pejabat Eselon II.  Ia pun selalu berusaha untuk bersikap netral sebagai ASN. Tidak mau masuk dalam kubu manapun meski harus  sembunyi-sembunyi. Lurus sesuai aturan.

Nah, dari obrolan hangat dengan Gatot Sulaeman, bisa dipetik pesan yaitu adab dan menjaga hubungan baik itu adalah hal utama. Menghargai senior adalah bentuk penghargaan kepada orang lain yang lebih lama perjuangan dan perjalanannya.